Minggu, 23 Januari 2011

Renunan Lailatul Qodar

Bismillahirohmanirohim, Assalamu ‘alaykum wr, wbr,

Saudaraku,
Hari ini kita diletakkan oleh Allah yang Rohiim Sang Penyayang, yang Rohman Sang Pengasih, yang Ghofuur Sang Pengampun pada hari ke 19 dari Romadlon agung tahuun ini 1429 Hijriyah. Sub-haanalloh begitu besar kasih dan sayangNYA kepada kita. Namun mari kita renungi sejenak apa yang  sudah kita amalkan, laksanakan, tegakkan untuk Allah. Satu hal yang jelas adalah shof-shof dalam qiyam solat layl Ramadlan sudah semakin maju adanya, ironis ya Allah.

Mari kita lihat hati jiwa batin perasaan kita, apakah masih ada iri dengki di dalamnya? Apakah masih besar titik amarah di dalamnya? Apakah masih besar ego kita? Apakah masih dominan malas kita? Apakah masih muncul kebohongan dari lisan kita? Apakah masih tipis kesabaran kita? Dan masih berapi api keterburu-buruan kita? Bagaimana juga dengan belajar membaca Al Qur’an kita? Yang sudah mampu membaca, sudah berapa juz-kah yang dibaca dan dikaji? Sempatkah kita mempelajari tajwid sebagai penuntun cara membaca Al Qur’an dengan tepat? Sempatkah kita menghafal ayat-ayat dan surat-surat dari Al Qur’an, yang belum kita hafal sebelumnya?

Saudaraku,
Lusa kita akan memasuki etape ketiga dari Ramadlan, 10 hari yang Rasul nyatakan sebagai etape itqun minan naar penutupan pintu-pintu neraka dan yang lebih dahsyat lagi adalah di dalam etape tersebut terdapat 1 bagian malam yang nilainya luar biasa, yaitu ; “LAILATUL QODAR – malam keputusan”. Hal mana Rasul, telah menyatakan malam keputusan itu ada pada malam ganjil di sepuluh hari akhir Ramadhan, yaitu malam 21, malam 23, malam 25, malam 27 dan malam 29. Sub-haanalloh.

Allah menyatakan dalam Al Furqon (salah satu nama lain daripada Al Qur’an), pada surat yang ke 97 surat Al Qodar, pada ayat yang ke 3 Laylatul qodri khoirum min alfi syahrin – malam keputusan itu adalah lebih baik dari pada 1.000 bulan. Kita ketahui masa 1.000 bulan adalah kurang lebih sama dengan 83 tahun 3 bulan … artinya nilai ibadah syariah yang dilakukan selama 83 tahun 3 bulan nilainya tidak akan menyamai nilai yang Allah curahkan dalam malam keputusan tersebut, sub-haanallooh. Sanggupkah kita? Inginkah kita mencapainya dan menerimanya langsung daripada Allah melalui para petugasNYA yang diperintahkanNYA untuk mengatur semua urusan pada saat waktu bergulir malam itu, sesuai yang dinyatakanNYA di ayat ke 4 dari surat Al Qodar tanazzalul malaaikatu war ruuhu fiihha bi idzni robbihim min kulli amrin pada malam itu, turunlah para malaikat dan Ruh (malaikat Jibril) dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur setiap urusan … ya Allah Allah maa khlaqta haadza baatila, kami tahu ya Allah tidak mungkin ini adalah suatu kesalahan, yang salah adalah kami, kami yang bersalah kepadaMU. Kami inginkan laylatul qodarMU, namun kami belum bersiap diri secara maksimal, persiapan kami belum matang. Ampunilah kami ya Allah dengan cahaya maghfirohMU, cahaya pengampunanMU.

Ya Allah, kami mohon ya Allah, ampunilah kami baatinan wa dzoohiron, ampunilah kami dari hati, jiwa rasa, akal fikiran dan jasad serta tingkah laku perbuatan kami ya Allah agar kami layak mendapatkan Laylatul QodarMU dan kami semakin baik dalam bersujud kepadaMU. 

wallohu'alam


silahkan berikan coment anda

Tidak ada komentar: